Judul Buku :
Dia yang Kupanggil Ibu
Nama Penulis : Ade Wulan
Penerbit : TransMedia
Pustaka
Tahun Terbit : 2015
Ukuran : 13 x
19 cm
Tebal : viii + 186
halaman
Cetakan Ke : 1 (satu)
No ISBN : 602-1036-07-7
Harga Buku : Rp. 54.000,-
Ade Wulan, nama kecil dari Ullan Pralihanta. Lahir di Pekanbaru
pada 30 Desember, 29 tahun silam. Dia adalah sosok perempuan pecinta anak-anak.
Buku Dia yang Kupanggil Ibu merupakan buku pertamanya yang diterbitkan
TransMedia Pustaka.
Buku ini seakan menjadi ranah bagi
para ibu, terutama calon-calon ibu. Ade Wulan, dalam bukunya ini menyajikan
berbagai wacana mengenai tips-tips kesuksesan menjadi ibu. Ia memberikan
langkah-langkah dan gambaran seseorang dikatakan tepat menjadi ibu. Baik
melalui fisik maupun kesiapan mentalnya. Bukan hanya itu, ia juga membingkainya
dengan berbagai contoh yang biasa terjadi dalam kehidupan sehari-hari.
Buku ini, dirancang oleh Ade Wulan
menjadi beberapa sub bab. Setiap babnya memiliki elemen-elemennya
masing-masing. Namun, tetap menunjukkan satu inti yang merangkum keseluruhan
bab tersebut. Yaitu kehebatan dari seorang ibu.
Menurutnya, ibu adalah panutan yang
memiliki pengaruh besar pada orang lain (halaman 5). Ia bukan hanya sekedar
panggilan kehormatan. Bukan pula panggilan bagi perempuan berumur. Atau
perempuan yang melahirkan seorang anak dari rahimnya. Melainkan suatu sosok
yang keberadaannya wajib diperhitungkan. Kenapa bisa begitu ? Sebab, sebenarnya
panggilan ibu merupakan hal yang umum di dalam masyarakat kita, tetapi
mempunyai makna yang sakral. Misalnya saja, perempuan yang mempunyai jabatan
tinggi biasanya akan dipanggil ibu oleh bawahannya.
Namun, bagaimanakah dengan ibu yang
tega menganiaya, menjual anaknya, atau bahkan membunuh anaknya sendiri ?
Pantaskah dia disapa dengan panggilan “ibu” ? Sesungguhnya panggilan “ibu”
hanya pantas dinobatkan kepada orang-orang yang rela berkorban. Dan berusaha
dengan sungguh-sungguh untuk kebahagiaan anaknya.
Ade Wulan menjelaskan bahwa tidak
ada ketentuan kapan seseorang bisa menjadi ibu. Usia bukanlah prioritas utama
seseorang pantas menjadi ibu atau tidak. Akan tetapi kematangan mental dan pola
pikir jauh lebih penting dalam mempengaruhi kemampuan seseorang menjadi ibu.
Persiapan
Seorang Ibu
Proses menjadi seorang ibu adalah bagian dari perjalanan panjang
yang akan dilalui calon ibu. Butuh persiapan yang tidak sedikit dan tidak pula
dapat dikatakan sebentar.
Adapun hal utama yang perlu dipersiapkan adalah kematangan mental. Semakin
matang mental seseorang, semakin berani dia menghadapi cobaan maupun rintangan.
Semakin terbentuk pribadi yang berani, semakin tangguhlah dalam segala kondisi
(halaman 38). Selain itu, kesiapan fisik juga harus dipersiapkan untuk
kesehatan jasmani (halaman 44).
Dari aspek kesehatan, menjadi ibu di usia muda lebih mudah dan
menguntungkan daripada saat usia menginjak kepala tiga. Hal tersebut diperkuat
oleh pakar kebidanan dan ginekologi, Lynn Westphal, dari Stanford University
School of Medicine di Palo Alto, California (halaman 30). Harapan melahirkan
perempuan di usia 20-an lebih besar daripada perempuan di luar usia tersebut.
Selain itu, kualitas sel telur perempuan muda juga lebih unggul
sehingga risiko kecacatan pada bayi yang dilahirkan lebih rendah. Memiliki
potensi melahirkan ecara normal dan stamina masih bagus.
Secara fisik perempuan muda memang mumpuni menjadi seorang ibu. Akan
tetapi, kebanyakan ibu muda belum siap secara mental. Sebuah yayasan yang
bergerak dalam bidang kesehatan, The Mental Health Foundation, mengemukakan
bahwa ibu muda cenderung mengalami tekanan mental yang berujung pada depresi
(halaman 33). Apalagi ibu muda yang baru pertama kali memiliki anak. Pengaruh
lingkungan serta gagal beradaptasi pada rutinitas baru menjadi penyebab ibu
muda rawan depresi.
Lain halnya dengan perempuan yang sudah menginjak usia kepala tiga.
Walupun secara fisik kurang mumpuni, tetapi secara mental dia sudah matang.
Perempuan usia 30-an kebanyakan sudah memiliki kesiapan berumah tangga dengan
segala aspek yang akan dialami pada kehidupan barunya. Mereka tidak hanya siap
dalam arti perannya sebagai seorang istri, tetapi juga kesiapan mentalnya untuk
mengurus anak-anaknya.
Ibu
yang Luar Biasa
Pada dasarnya, semua ibu luar biasa. Mereka menjadi biasa-biasa
saja apabila melalaikan tugas dan tanggung jawabnya sebagai seorang ibu dengan
sengaja. Ibu yang luar biasa senantiasa memikirkan, mengupayakan, dan
mencontohkan segala yang terbaik untuk anaknya (halaman 72).
Kasih sayang ibu kepada anak tidak boleh jebol. Artinya, anak
berhak disayang tetapi tidak selalu dimanjakan (halaman 73).
Ade Wulan banyak mencontohkan kisah-kisah nyata ibu hebat di dalam
buku ini. Salah satunya yaitu kisah ibu muda dari Amerika yang benama Lacey
Buchanan (halaman 140). Lacey dipercaya oleh Tuhan mengandung, melahirkan, dan
menngasuh putra pertamanya yang mengalami cacat fisik. Christian, nama anaknya
mengalami sumbing kompleks atau tessier sejak lahir. Christian tidak memiliki
bibir atas, langit-langit dalam rongga mulut, bola mata serta kelopak mata
bagian bawah. Akan tetapi, dengan sabarnya, Lacey tetap merawat Christian
dengan penuh kasih sayang. Dia bahkan tidak malu, mempublikasikan Christian
pada masyarakat umum. Pada dasarnya, ibu hebat adalah ibu yang selalu berkorban
untuk anaknya.
Buku ini sangat direkomendasikan sebagai panduan inspiratif bagi
semua kalangan terutama calon-calon ibu. Hal ini berkaitan dengan banyaknya
saran dan uraian kisah tentang kehebatan seorang ibu. Dan juga gaya penulisan
yang disajikan adalah dengan bahasa keseharian yang sudah umum dilapisan
masyarakat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar