Selasa, 29 Maret 2016

PUISI: CURAHAN HATI SI GELANDANG

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhqhlX3dm5Q56tuUVSYZF-VfvBNOHsZhLoRUbrBipgeua07-oPeyPrqk-wx9zJASxLLvwgu1bAqq3RFQrQyORf7gvB1itau0eTqtm4J_u0W5RWKa5QkrO4vySqdeHQN88_6yPu2MHh79AuP/s1600/img_8487.jpg

Awal meman mentari terbitkan cahaya
Pada kabir yang dilihat gemilang
Akan hasrat yang menggebu-gebu
Membuat risau di dalam kalbu

Hamba yang terlunglai tanpa daya
Dari hayat yang egois ini
Merintih tak ada yang menghiraukan
Terlihat gundah, tapi tak dirasa

Kekehan mereka menggumpal dalam hati
Ingin jiwa ini melawan
Andai bisa kubergusar
Namun hanya untuk menambah beban

Hakulyakin untuk tetap berdiri
Demi sesuap nasi yang kucari
Walau keringat meluapkan raga daku
Tak putuskan semangat yang menjulang tinggi

Mulai terang hingga gelap ku berdoa
Mengharap inayat dari naungan-Mu
Akankah bisa kusandarkan tubuh ini ?
Dengan bekal kain yang kusut.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar